CIKAL BAKAl MORFEM

Tidak semua penggemar Morfem mengetahui awal mula terbentuknya band ini. Terbentuk Morfem bermula dari sebuah acara bernama Tribute To 90’s Shoegaze. Yang di adakan di band.

Jauh sebelum acara Tribute 90’s Shoegaze Jimi Prost Beer House Kemang (RIP).  Pada 4 April 2009.  Apakah Forfem disana ? Bukan, Morfem tidak main di sana. Pandu dan Freddie tampil bersama Damascus. Mengcover Swervedriver.  Jimi hadir di sana hanya untuk menonton Denial yang menyamarkan namanya menjadi Negative Lovers. Mereka mengcover Jesus and Mary Chain. Ketika Negative Lovers naik pentas, Jimi, Pandu dan Freddie berjumpa di moshpit ketika berstage dive. Lagu Jesus and Mary Chain, April Skies lah yang mempertemukan mereka di atas kepala-kepala penonton shoegaze Jakarta yang gundah karena kegalauannya terganggu ulah ugal-ugalan mereka. Sepulang dari acara tersebut. Jimi mengontak Freddie dan Pandu untuk membentuk sebuah pernah berkolaburasi dengan band Freddie, Nervous Breakdown, untuk mengcover I Wanna Be your Dog dari The Stooges. Dari sana Jimi sudah menilai, bahwa Freddie adalah pemain drum yang nendang. Pengaruh John Bonham terasa di permainannya yang modern.

Sedangkan Pandu Fuzztoni, tergabung dalam The Porno. Band yang bernuansa gelap ala Joy Division. Jimi pertama kali melihat Pandu ketika tampil di kampusnya pada suatu sore. Pandu masih kelas  3  SMA kala itu. Komunikasi pertama Jimi dengan Pandu terjadi justru di kampus tempat Pandu kuliah. Ketika The Upstairs selesai mentas, Pandu dan Hangga menemui Jimi di belakang panggung. Dan dialog pertama merekalah  justru tentang buku biografi Kurt Cobain, Havier Than Heaven. Setelah Jimi menyapa Pandu “Hey gue denger elo pemuja Cobain, friend?” dan terjadilah perbincangan seru kala itu.

Setelah acara Tribute to 90’s Shoegaze selesai, 2009, Inyo (vokalis Dikeroyok Wanita) menghampiri Jimi. Mengajak membentuk band cover version Gang Of Four. Kebetulan Jimi sudah punya tekad bulat untuk membuat band baru. Dan mengincar Freddie dan Pandu sebagai partner. Akhirnya Inyo sepakat untuk memegang posisi bass. Ketika Pandu dihubungi, dia mengajak Dhimas Panji sebagai rhytm guitarist. Konsep pun di ubah, akhirnya di studio kita mengaransemen Velvet Underground dengan kemasan noise rock. Dengan harapan akan menemukan sound baru kelak.

Ternyata proses di studio tidak membuat Freddie nyaman. Karena kebiasaan bermain keras. Sedangkan Velvet cenderung down tempo dan depresif. Namun dari semua lagu Velvet Underground yang di rombak, di nomor I’m Set Free lah Pandu dan Jimi mulai menemukan sound Morfem di masa depan.

Nama MORFEM di deklarasikan

Setelah band terbentuk, nama gak boleh di lupakan. Pemilihan nama band pun termasuk susah-susah mudah. Pertimbangan pertama dari Jimi. Nama band harus memiliki konfigurasi fonts yang keren. Di aplikasikan ke poster apa saja bisa masuk. Syukur-syukur punya arti yang filosofis. Beberapa nama sempat di diskusikan Jimi ke Pandu. Dari Zig Zag Crew. Sampai memakai nama band lama Jimi, Morvoids. Namun gak ada satu nama pun yang berkenan di Pandu. Karena Jimi kadung jatuh hati dengan nama temuannya, Morvoids. Maka di putuskan mencari nama dengan awalan kata MOR. Spontan otak Jimi langsung berputar ke zaman dia masih duduk di bangku SMP. Dan kata yang selalu menggangu fikirannya ketika belajar kata bahasa Indonesia adalah MORFEM! Setelah di tanya ke Pandu (yg kebetulan anak sastra Inggris, Dharma persada) apa arti Morfem. Satuan linguistik dari kata yang tak bisa di pisahkan. Di googling match. Di Googling lagi, adakah band dengan nama Morfem di dunia? Ternyata tidak ada. Yak fixed. Kita gunakan Morfem sebagai nama band.

Comments
Categories: News

One comment

  1. pop over to these guys said on June 23, 2017

    I simply want to say I am all new to weblog and truly loved you’re web-site. Very likely I’m going to bookmark your blog . You definitely come with perfect articles. Thanks for sharing with us your web-site.

Leave a Reply

Note: Comments on the web site reflect the views of their respective authors, and not necessarily the views of this web portal. Members are requested to refrain from insults, swearing and vulgar expression. We reserve the right to delete any comment without notice or explanations.

Your email address will not be published. Required fields are signed with *