Prestasi Demi Prestasi Band EFEK RUMAH KACA

Jika kamu mendengar nama band indie salah satu ini tentu pikiran kamu akan mengarah pada kendala alam akibat pemanasan global. Kalian salah, nama Efek Rumah Kaca ini benar – benar nama band yang dibentuk pada tahun 2001 asli. Nama band ini sebelumnya memang bukan “Efek Rumah Kaca”, awal terbentuknya band ini sebelumnya bernama “Hush” dan karena ada perubahan personel pada saat itu, band ini berganti nama menjadi “Superego”. Termotivasi pada album perdana mereka, pada tahun 2005 mereka kembali mengganti nama band mereka menjadi Efek Rumah Kaca. Sampai saat ini nama tersebut tetap mereka gunakan  sebagai nama band mereka.

Efek Rumah Kaca sendiri merupakan band indie berasal dari Jakarta. formasi band mereka terdiri dari Cholil Mahmud (vokal utama, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass, gitar), Airil “Poppie” Nur Abadiansyah (vokal latar, bass) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Mereka dikenal oleh para pecinta musik di Indonesia lagu-lagu mereka yang banyak menyentuh dan memotret keadaan sosial masyarakat di sekitar mereka pada semua tingkatan. Sampai sekarang, band ini sudah merilis tiga album studio, yaitu Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Sinestesia (2015).

Mulai Januari 2009, mereka dipercaya untuk mengisi rubrik khusus seputar pemilu di surat kabar Kompas setiap hari Sabtu.

 

Selama perjalanan band ini, mereka seringkali masuk nominasi penghargaan music Indonesia dan rata – rata mereka menang dipenghargaan tersebut. Misalnyanya pada tahun 2008 di Penghargaan MTV Indonesia Award 2008 dan Rolling Stone Indonesia, mereka berhasil memenangkan penghargaan tersebut. Di tahun yang sama pun mereka berhasil menjadi Nominasi Penghargaan AMI Awards 2008. Dan setahun berikutnya, mereka berhasil memenangkan penghargaan Class Music Heroes 2009 dan Penghargaa Rolling Stone Indonesia peringkat ke- 131 dan 143.

net

Prestasi dan prestasi selalu menghampiri band asal Jakarta ini, setahun berselang mereka pun kembali mendapatkan dua kemenangan di penghargaan Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010 sekaligus. Dan baru – baru ini mereka kembali menjadi Nominasi dalam penghargaan Indonesian Choice Awards 2016 pada lagu Sinestesia di album of The Year.

Comments
Categories: News

2 comments

  1. Candace Saysithideth said on June 13, 2017

    I like this post, enjoyed this one regards for posting. “Pain is inevitable. Suffering is optional.” by M. Kathleen Casey.

  2. click for more said on June 23, 2017

    I simply want to mention I am new to blogging and site-building and definitely savored this blog site. Almost certainly I’m planning to bookmark your site . You amazingly have awesome well written articles. Many thanks for sharing your website.

Leave a Reply

Note: Comments on the web site reflect the views of their respective authors, and not necessarily the views of this web portal. Members are requested to refrain from insults, swearing and vulgar expression. We reserve the right to delete any comment without notice or explanations.

Your email address will not be published. Required fields are signed with *