15 dari 25 Musisi lenggendaris musik indonesia

Tidak kalah dengan 10 musisi lenggetaris  yang belum lama di posting. Berikut penulis akan merilis 15 penulis yang layak di pertimbangkan khayak, bvukan hanya lagunya tetap hits sampai saat ini melainkan piawainya dalam menciptakan lagu. 15 musisi berikut merupakan lanjutan dari 10 musisi sebelumnya yang semuanya terdiri dari 25 musisi lengendaris Indonesia. walau dari sebagian mereka sudah tiada namun karya – karyanya selalu hidup di mata musik Indonesia. Berikut 15 musisi lenggendaris Indonesia yang patut sobat kendaly ketahui:

 

  1. Guest Band

Inilah salah satu meteor dalam orbit music Indonesia. Terlihat sesaat, sebelum menghilang. Kelompok ini Cuma menghasilkan album mini berjudul “Tak Kan”. Tapi jejak yang ditinggalkannya amat berarti bagi perkembangan music Rap, R&B, serta Hip-Hop. Dalam salah satu lagunya, “It’s Gonna Get Better”, terdapat nama yang sekarang dikenal sebagai pelopor Rap local: Iwa K. Sebagai mantan personel Guest seperti Tori, Nti, Yudis, mendirikan Gust Music yang mengkhususkan pada produksi album Rap dan R&B.

Pengaruh : Iwa K, Melly Manuhutu, Sania, Dewi Sandra.

  1. Harry Roesli (10 September 1951 – 11 Desember 2004)

Raja plesetan, jagoan kritik dengan syair-syair konyol setajam belati. Bahkan di depan mantan presiden Abdurrahman Wahid di hari kemerdekaan tahun 2001 lalu, Harry dengan entengnya mengimprovisasi lagu Garuda Pancasila. Toh meskipun harus minta maaf di media massa, prestise doctor music jebolan Hilversum, Belanda & motor DKSB (Depot Kreasi Seni Bandung) ini tak berkurang sedikitpun. Apalagi ia juga jago menulis kolom.

Album Fenomenal : Titik Api (1976), Opera Ken Arok (1977), Gadis Plastik (1978).

Pengaruh : DKSB, Doel Sumbang, Java Jive, Protonema.

  1. Ian Antono (29 Oktober 1950)

Dewa gitar yang telah menggarap tak kurang dari 125 album dari berbagai jenis music, termasuk dangdut. Kelompok Gong 2000 yang dibentuknya setelah cabut dari Godbless memperlihatkan kedekatannya pada kultur Bali. Selain sebagai gitaris, Ian juga diakui sebagai piñata music yang bertangan dingin. Sejumlah rocker papan atas Indonesia pernah mengalami polesannya, bahkan juga untuk musisi sekelas Iwan Fals.

Karya Fenomenal : Jarum Neraka (1985), 1910 (1988), Mata Dewa (1989).

Pengaruh : (lagu) Niky Astria, Grass Rock, U’Camp, Ikang Fauzy, Iwan Fals. (style gitar) Eddy Kemput, Rdane, Totok Tewel.

  1. Indra Lesmana (28 Maret 1966)

Pernah dijuluki anak ajaib oleh Chick Corea, Indra Lesmana sangat gigih mempertahankan eksistensi music jazz Indonesia. Sukses komersial diperolehnya lewat album solo Aku Ingin, yang justru terlepas dari konteks jazz. Album ini Nampak Cuma merupakan persinggahan karirnya. Karena setelah itu dia tancap lagi di jalur music yang telah membesarkan namanya dengan label baru : Reborn. Sebagai penata music, Indra piawai mengeksplorasi potensi vocal penyanyi yang ditanganinya.

Album Fenomenal : Children Of Fantasy (1981), Woman And Children First (1983).

Lagu Terbaik : Aku Ingin (1990), Bulan Asia (1990).

Pengaruh : Titi DJ, Shopia Latjuba.

  1. Iwa K (25 Oktober 1970)

Jangan ngomong music Rap kalo lupa nyebut namanya. Iwa merilis album ketika rap masih merupakan “daerah tak bertuan” disini. Terobosan cowok berambut cepak yang sering menjadi presenter acara olahraga ini akhirnya melempengkan jalan masuknya artis R&B serta Hip-Hop ke Studio rekaman.

Album Fenomenal : Kramotak, Topeng.

Lagu Terbaik : Bebas, Batman Kasarung.

Pengaruh : Black, Sweet Martabak, Neo, Denada.

  1. Iwan Fals (3 September 1961)

Amerika punya Bob Dylan, Indonesia punya Iwan Fals. Pahlawan bagi orang-orang yang terpinggirkan. Dialah bintang yang berani bersuara kritis sebelum Era Reformasi (whatever it means!) dimulai. Iwan Cuma butuh gitar bolong untuk dapat membakar emosi penonton selapangan bola. Raib sekitar delapan tahun dari kehidupan panggung dan rekaman tak menjadikan pamornya anjlok. Sekarang dia “Presiden” OI (Orang Indonesia), yayasan yang dibentuknya dengan anggota terserak di seantero tanah air. Julukan terbaru Asian Hero vers majalah Time.

Album Fenomenal : Sarjana Muda (1978) 1910 (1988), Mata Dewa (1989).

Lagu Terbaik : Umar Bakri, Surat Buat Wakil Rakyat, Buku Ini Aku Pinjam, Mata Dewa.

Pengaruh : Slank, Padi, Dik Doank.

  1. Jack Lesmana (18 Oktober 1930 – 17 Juli 1988)

Ketika waktu dan kondisi tak bersahabat untuk perkembangan music jazz di tanah air, jack memboyong keluarganya ke Australia, menanamkan dedikasi dan disiplin, penghargaan dan kesetiaan profesi. Kembali ke tanah air, Jack menularkan ilmu & pengalamannya lewat sekolah music Farabi (di era 80-an, sekarang dibawah komando Dwiki Dharmawan). “Peninggalan” lainnya yang berharga, dua anak yang tak kalah professional, Indra & Mira.

Album Fenomenal : Jangger Bali, Jazz Masa Lalu Dan Kini, Luka.

Pengaruh : Margie Segers, Rien Jamain, Indra Lesmana, Dewa Budjana, Tohpati.

  1. Koes Plus

Ngomongin music pop Indonesia tanpa menyebut grup satu ini bisa-bisa kualat. Inilah sumbu ledak industry rekaman. Sempat mendekam di penjara karena dianggap antek kapitalis oleh Bung Karno, di kecam sebagai pabrik music cemen, tapi sejarah menempatkannya sebagai tonggak music Indonesia. Kalau tempo hari sempat muncul demam album dengan stempel Pop Jawa & Pop Melayu, merekalah pelopornya. Kini hanya tinggal Yon Koeswoyo (vocal, gitar) dan Murry (drum) yang masih tersisa dari formasi asli.

Album Fenomenal : Dheg Dheg Plas, Bunga Di Tepi Jalan.

Lagu Fenomenal : Cintamu Telah Berlalu, Kembali Ke Jakarta, Kolam Susu, Muda-Mudi, Nusantara (serial).

Pengaruh : Junior, Naif, Romeo.

  1. Melly Goeslaw (7 januari 1974)

Sebelum melly menulis lirik, perempuan hanya sebagai obyek dalam music Indonesia, sejak jaman Ismail Marzuki hingga Titiek Puspa. Kemudian datang Melly, membalikkan angle, bahwa perempuan bisa juga berselingkuh lebih dulu, tidak setia-yah, namanya juga manusia. Ternyata banyak yang suka, hingga para penyanyi musti sabar antre untuk bisa nyicipi hasil karyanya. Beberapa diantaranya ikut melambungkan nama besar , sebut saja Krisdayanti (Menghitung Hari), Rossa (Tegar), Eric (Ada Apa Dengan Cinta), hingga penyanyi Malaysia, Fauziah Latif.

Lagu Fenomenal : Salah, Bunda.

Pengaruh : Eric, Coklat.

  1. Nicky Astria (18 Oktober 1967)

Sampai tahun 1984, album rekaman rock praktis dianggap proyek rugi. Seabrek penyanyi maupun grup band cadas, yang garang di atas panggung, dipastikan bakal “letoy” berhadapan dengan produser. Lalu dia menggebrak lewat album Jarum Neraka yang terjual diatas 300.000 keping. Angka yang fantastis buat ukuran waktu itu, dan menjadikan rekaman rock terlaris yang pertama. Setelah itu tren penyanyi rock cewekpun menjamur.

Album Fenomenal : Jarum Neraka (1984), Tangan-Tangan Setan (1985), Negeri Khayalan (1993).

Lagu Terbaik : Jarum Neraka, Bias Sinar, Mengapa, Misteri Cinta.

Pengaruh : Mel Shandy, Yossy Lucky, Cut Irna, Nike Ardila, Anggun (periode awal karier, dengan nama Anggun Cipta Sasmi).

  1. Pas

Bagi pemusik baru dengan segumpal idealism, bisa punya album rekaman Cuma ada dalam mimpi. Pintu kea rah sana digembok rapat oleh para produser. Pokoknya nehi buat pemusik egois. Pas kemudian menggempur tembok angkuh itu lewat system indie label (penjualan langsung secara door to door), terutama lewat kegigihan manajer pertamanya mendiang Samuel Marudut. Gerakan do it your self itu sekarang menjadi senjata pamungkas para pemusik underground yang ogah didikte kreativitasnya.

Album Fenomenal : Four Through The SAP (1993), In (No) Sensation (1995).

Lagu Terbaik : Impresi, Bocah, Kesepian Kita (duet dengan Tere).

  1. Rhoma Irama (11 Desember 1947)

Kiprah monumentalnya terjadi ketika Rhoma memadukan dangdut dengan rock. Di tangannya, dangdut tidak lagi didominasi suara table (instrument tradisional India), tetapi raungan gitar ala Deep Purple. Popularitasnya menyeberang sampai ke negeri Matahari Terbit. Ketika langkahnya rame-rame diikuti, dia malah tampil dengan konsep bernafaskan religi, dan menjadikan music sebagai sarana untuk menyampaikan syair Islam. Satu dari sangat sedikitnya musisi Indonesia yang mendapat tempat diwww.allmusic.com.

Album Fenomenal : Begadang, Darah Muda, Rupiah, 135.000.000, Penasaran.

Pengaruh : para penyanyi dangdut sejak era 70-an.

  1. Rinto Harahab (10 Maret 1949)

Mantan personel The Mercy’s ini adalah penerima penghargaan internasional sebagai penulis lagu produktif. Beberapa di antaranya berhasil mencetak nama besar : Iis Sugiharto (Jangan Sakiti Hatinya), Betharia Sonatha (Kau Tercipta Untukku), Christine Panjaitan (Sudah Kubilang), Nur Afni Octavia (Bila Kau Seorang Diri). Belakangan, Rinto lebih aktif sebagai pengusaha yang dekat dengan klan Cendana.

Lagu Terbaik : Ayah, Benci Tapi Rindu.

Pengaruh : Obbie Messakh, Pance Pondaag, Tommy J. Pisa.

  1. Slank

Satu dari sedikit grup music yang berhasil melahirkan komunitas musisi. Mereka mengobrak-abrik bahasa Indonesia yang baku lewat lirik-lirik slengean. Secara musical tak ragu berkolaborasi dengan musisi segala umur dan jenis music seperti Joshua, DJ Anton, sampai Haddad Alwi. Fans clubnya, biasa disebut Slankers, tersebar disekitar 50 kota dengan ribuan anggota tetap yang umumnya militant.

Album Fenomenal : Suit-Suit He…He…(Gadis Sexy) (1989), kampungan (1991), Generasi Biru (1993).

Lagu Terbaik : Maafkan, Mawar Merah, Kamu Harus Pulang, Balik-Balikin.

Pengaruh : Imanez, Kidnap Katrina, Oppie, BIP.

  1. Titiek Puspa (1 Nopember 1937)

Seluruh hidupnya diabadikan untuk mencipta lagu. Produktivitasnya begitu meluap sewaktu Mus Mualim, sang suami, masih hidup di sampingnya. Tante Titiek, begitu musisi muda biasanya memanggilnya, sangat piawai memilih karakter penyanyi untuk lagu ciptaannya. Simak saja : Bimbi (New Rollies), Jatuh Cinta (Eddie Silitonga), Bing (Grace Simon), Apanya Dong (Euis Darliah), Sendiri Lagi (Bimbo). Termasuk karya kolaborasi dengan James F. Sundah dan grup rock kondang, Scorpion, “You Came Into My Life”.

 

Comments
Categories: News