Sedih, Banda Neira Bubar

Duo Banda Neira secara resmi membubarkan diri pada Jumat (23/12) dini hari. Hal tersebut disampaikan oleh kedua personelnya, Rara Sekar dan Ananda Badudu melalui akun Instagram resmi Banda Neira. Menurut mereka, bubarnya Banda Neira sudah lewat pemikiran panjang.

banda-neira-1

“Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira,” tulis mereka.

Lebih lanjut, Banda Neira menyampaikan bahwa keputusan itu bukanlah hal mudah bagi mereka. Sebagai figur publik, mereka sadar setiap keputusan tidak hanya melibatkan band itu sendiri. Tetapi juga penggemarnya. Mereka pun merasa karya yang ada pun milik bersama.

Namun, dengan tetap menghormati pendengar setianya, Banda Neira memutuskan tetap bubar. Mereka yakin itu merupakan suara bulat dan keputusan terbaik yang memang harus diambil.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira.”

Banda Neira merupakan grup band yang berawal dari keisengan dua personelnya untuk bermusik bersama. Keisengan mereka ternyata melahirkan empat buah lagu yakni Di Atas Kapal Kertas, Ke Entah Berantah, Kau Keluhkan, dan Rindu (musikalisasi puisi Subagio Sastrowardoyo).

Hingga kemudian, karya tersebut pun mereka unggah dan sebarkan melalui media sosial Soundcloud. Dari sana, mereka mulai punya pendengar. Banda Neira pun akhirnya dikenal.

Mendapat banyak respons positif, pada akhir 2012 mereka sepakat meneruskan proyek isengnya itu. Mereka sangat bersemangat. Dari Agustus hanya memiliki empat lagu, pada Desember tahun yang sama mereka sudah menambah enam album baru untuk satu album penuh Banda Neira.

Selama empat tahun berkarya, Banda Neira telah merilis dua buah album yakni Di Paruh Waktu (2013) dan Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016).

 

Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira. . . Bukan hal yang mudah membubarkan Banda Neira, terlebih kini karya Banda Neira bukan hanya milik kami berdua, tapi juga milik kalian para pendengar. . . Namun keputusan sudah bulat. Setelah menimbang-nimbang semua kemungkinan, kami yakin dari semua opsi yang ada ini adalah keputusan paling baik. . . Dengan berat hati, melalui surat ini kami umumkan bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dan mengakhiri perjalanan Banda Neira. . . Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. . . Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira. Semoga segala apresiasi, dukungan, kehangatan dan pertemanan yang kami dapatkan dari teman-teman dibalas dengan kebahagiaan dan kebaikan yang berlimpah. . . Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya. . . Salam, Ananda Badudu dan Rara Sekar 23 Desember 2016

A photo posted by Banda Neira (@bandaneira_official) on

“Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya,” tutup Banda Neira pada pernyataan yang turut menyertakan ilustrasi dua personelnya dan seikat bunga itu.

Sedih rasanya, melihat band ini bubar.

#TerimakasihBandaNeira

banda-neira

Comments
Categories: News