7 Hal yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan sekali seumur hidup. Namun banyak pula orang yang tetap saja kawin cerai. Oleh karena itu ada baiknya mempertimbangkan sebaik-baiknya sebelum memutuskan menikah.

 

Berikut hal-hal yang harus dibicarakan sebelum menikah.

 

“Apakah kita memang cocok satu sama lain?”

Terlalu banyak, orang berpacaran dan terjebak dalam aktivitas seksual. Dan setelah menikah, seks mulai terasa “dingin” hingga keduanya menyadari bahwa seks bukan satu-satunya yang mengharmoniskan pernikahan.

 

Jadi, cobalah untuk “menyimpan” seks hingga pernikahan. Cobalah membangun hubungan Anda dengan mengulik sedalam mungkin minat, kepribadian, dan harapan calon pasangan hidup Anda.

 

“Apakah masa laluku mengganggumu?”

Pertanyaan ini bukan berarti Anda harus menumpahkan seluruh cerita masa lalu kepada si dia. Sebagian hal mungkin lebih baik dibiarkan tak terkatakan, terutama soal mantan kekasih. Membawa topik sensitif memang tidak masalah, tetapi menyisakan perasaan yang sulit baginya, termasuk cemburu.

 

Di sisi lain, ada pengalaman masa lalu yang sebaiknya diungkapkan, seperti kekerasan fisik yang Anda terima semasa kecil yang mungkin memengaruhi masa depan Anda bersamanya.

 

“Apakah kita bisa saling menghargai?”

Sebuah pernikahan yang ditakdirkan untuk kegagalan adalah pernikahan tanpa rasa hormat antara suami dan istri. Apakah si dia cukup berharga untuk Anda prioritaskan sebelum hal-hal lain dalam hidup Anda? Jika secara jujur Anda menjawab “ya”, maka rasa hormat Anda untuknya adalah sesuatu yang layak didiskusikan. Jika tidak, mungkin Anda harus mencari orang lain untuk jodoh Anda.

 

“Bisakah aku menjadi the one and only untuk hidupmu?”

Salah satu penyebab paling umum dari perceraian adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk setia dengan pasangan mereka. Ketika menikah, Anda berjanji untuk saling mencintai, menghormati, menyayangi, dan setia kepadanya. Jika Anda tidak bisa menepati, kenapa menikahinya?

 

“Apakah kita punya ruang?”

Jangan bohongi diri Anda demi orang lain. Anda tidak menikah dengan seseorang untuk menjadi seperti mereka. Anda menikahinya untuk bersama-sama membuat sebuah tim yang unik.

 

Tentu, ada beberapa hal yang harus saling Anda sesuaikan. Sebab, Anda tidak bisa hidup dengan seseorang tanpa terpengaruh oleh kebiasaan mereka. Namun, penting untuk Anda saling memiliki me time guna bergelut dengan hobi dan minta.

 

“Apakah aku cukup mendukungmu?”

“Apakah aku selalu ada ketika kamu membutuhkanku?” “Apakah kamu juga selalu ada untukku?” Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk sebuah hubungan yang sehat. Anda harus dapat bersandar dan mendukung satu sama lain karena Anda berdua tergabung dalam sebuah tim. Pastikan secara emosional Anda berdua dapat saling mendukung sebelum akhirnya menikah.

Comments
Categories: News