Review Band: Payung Teduh

 

Payung Teduh lahir dari dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon yang senang nongkrong bersama di kantin FIB (Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, mereka adalah Is dan Comi yang senang bermain musik bersama di kantin, selasar gedung kampus, tepi danau hingga event – event di luar kampus. Secara tidak sadar kebersamaan mereka dalam bermain musik telah menguatkan karakter bermusik mereka dan telah disadari bagi orang-orang sekitar yang sering menyaksikan mereka bermain musik bersama.

 

 

Personil Payung Teduh :

Mohammad Istiqamah Djamad

Lahir di Makassar, 24 Januari 1984. Is telah memainkan musik sejak ia masih kecil. Ia kuliah di PNJ-UI jurusan Teknik Elektro tapi tidak lulus. Dia kemudian mendapat beasiswa dari Yamaha Master Course Academy. Is sekarang menjadi instruktur vokal serta instruktur gitar di Yamaha, sambil tetap aktif di teater Pagupon dan drama. Dia juga mengajarkan akting, menari, musik, dan vokal untuk siswa 28 SMA serta mengarahkan pementasan drama tahunan untuk mereka. Is mendapat pengaruh bermusik dari Cake, Antonio Carlos Jobim, dan Chris Cornell. Selain bermusik, Is juga hobi berolahraga sepakbola, basket, berenang, dan juga penggemar berat mie instan

 

“ Comi “ Aziz Kariko

Lahir pada 24 Februari 1984. Comi-nama panggilan ketika kecilnya-adalah alumnus Bina Nusantara UniversityUniversity Indonesia. Ketika belajar di UI, Comi juga aktif di Teater Pagupon sebagai musisi pendukung di mana dia bertemu Is. Setelah menyelesaikan gelar masternya, Comi kembali ke Universitas pertamanya untuk menjadi dosen di sana dan mengajar bahasa Inggris di Binus sejak itu. Ketika ia tidak mengajar, dia mengisi waktu luangnya sebagai instruktur bass di Sekolah Musik Willy Sumantri.

Comi adalah penggemar dari jiu-jitsu Brasil dan praktek secara teratur di sebuah dojo lokal di dekat rumahnya. Dia bermain basket bersama dengan Is dan juga telah menjadi videogamer hardcore sejak dia masih kecil.

 

 

Ivan Penwyn

Lahir pada 31 Desember 1985, Ivan adlaah mantan mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Filsafat, Ivan adalah anggota Payung Teduh yang paling pemalu.

 

Alejandro “ Cito “ Saksakame

Lahir 2 April 1984, Cito mencintai hewan, terutama reptil seperti ular dan dinosaurus (jika mereka tidak punah). Ia memiliki pengetahuan lebih tentang kerajaan hewan selain tentang musik. Perjalanannya dengan Payung Teduh dimulai ketika dia bertemu Is pada tahun 2002, di mana mereka membentuk sebuah band untuk beberapa waktu.

Saat ini Cito adalah mahasiswa Universitas Padjajaran dan juga desainer grafis. Dia penggemar berat dari band rock progresif Dream Theater (bertentangan dengan cara dia bermain di Payung Teduh). Dari minat tersebut Cito membentuk sebuah band rock progresif dengan Is bersama dengan beberapa teman lain, band ini bernama ‘Mirror’. Dia berpikir bahwa tantangan terbesar dalam bermain musik adalah ketika dia perlu beradaptasi gaya bermain drumnya dengan musikPayung Teduh.

Payung Teduh
(Arsip Payung Teduh)

Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi, sadar akan eksplorasi bunyi dan performa panggung pada tahun 2008 Payung teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai guitalele player pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita Tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Dan pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis dipenghujung 2010.

Comments
Categories: News