Suka Duka Punya Pasangan Bule

Banyak dari masyarakat Indonesia yang belum bisa terbuka menerima perbedaan. Mungkin karena kurang piknik atau terlalu polos, entah… Umumnya mereka “gatal” melihat kehidupan orang lain, hingga sering menimbulkan kejadian atau reaksi yang tidak enak menyangkut kehidupan pribadi kita.

 

Salah satu hal yang menarik perhatian masyarakat kita adalah tentang hubungan pasangan campuran. Lebih khusus lagi yaitu pasangan campuran yang salah satu pasangannya berasal dari ras Caucasian atau biasa kita sebut “Bule”.

 

Sampai saat ini masih banyak orang yang menganggap bahwa bule adalah manusia “berbeda” atau special. Akibatnya banyak yang mengira orang bule itu banyak “kelebihan”nya dibandingkan orang lokal. Contohnya, dikira pasti lebih kaya, pasti lebih romantis, pasti lebih pintar, dan lain sebagainya.

Berikut adalah suka duka punya pacar bule. Cekidot.

 

  1. Dianggap Cewek Matre

Orang banyak yang menganggap istri/pacar pria bule adalah cewek matre atau gold digger. Mereka pikir kita memilih bule karena menginginkan gelimang harta, uang, dan barang-barang bermerek Internasional. Padahal banyak wanita Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi dan karir bagus tetapi mereka memiliki suami/pacar bule. Ini artinya tidak semua hubungan dengan bule bermotif materi.

 

  1. Dikira Tour Guide

Sering kali saat berjalan dengan suami, pacar atau teman bule, kalian pasti dikira Tour Guide (pemandu wisata). Pasti ada saja orang yang bertanya; “Bawa turis-turis dari mana, Mbak?” *jleb

 

  1. Harus Sabar Melayani Foto

Sering lagi enak-enak jalan berdua, tiba-tiba ada orang yang minta foto bareng sama pasangan kamu. Sebenarnya kejadian ini lebih mengarah ke lucu daripada menyebalkan. Hanya saja biasanya orang yang minta foto bareng tidak ada basa-basinya pada kamu. Seolah-olah kamu ini asisten selebriti dicuekin sampai mereka selesai foto-foto. Kadang malah disuruh memotret mereka. Ya kan? Hati-hati foto cowokmu nanti diberi caption “cowok gue, nih!”

 

  1. Kepo Urusan Pribadi

 

Banyak juga yang tanya, “Gaji pacar lo Dollar, ya??” atau “Enak dong, gaji pacar lo pasti gede!”

Kadang ada pertanyaan sambil becanda (tapi gak pantas), “Enak ya punya suami bule?? “Itu”nya kan gede!” *jleb lagi

 

  1. Kalo Nggak Mewah Dibilang Kere!
Star Alliance lounge in LAX – Overview internal shot

Banyak orang yang memandang kehidupan bule itu pasti mewah. Kalo gak mewah pasti dianggap bule kere! Bule kalo pergi-pergi harus naik mobil pribadi atau minimal taksi silverbird. Makanya kalau melihat bule naik angkot, pasti dikatai bule kere! Lah, memangnya gak boleh bule naik angkot?? Kalo naik taksi udah biasa kaleee… Begitu juga kalau ngeliat bule makan di warung atau warteg, langsung dibilang bule kere! Yaahh kalo makan di resto fine dining kan udah sering, bosen juga lah!

 

  1. Lebih Menerima Apa Adanya

 

Kebanyakan bule bisa menerima pasangannya apa adanya. Mereka tidak peduli dengan keadaan fisik Kamu, misalnya: kamu gendut, pendek, berkulit gelap, rambut jelek, atau skoliosis. Mereka juga tidak peduli kamu kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau tidak. Jika dia mencintai Kamu, dia akan menerima kamu sebagaimana adanya tanpa ada yang perlu kamu ubah. kamu bisa jadi diri kamu sendiri.

 

  1. Tidak Posesif

Jarang sekali bule yang melarang pasangan melakukan ini itu atau membatasi pergaulannya. Bule lebih logis dalam berpikir. Mereka tidak cemburuan dan tidak curigaan. kamu tetap bisa bergaul dengan teman-teman Kamu, pergi ke mana kamu suka, dan melakukan apa yang kamu mau. Tentu saja selama masih dalam hal yang positif dan bertanggung jawab. Intinya bule tidak berusaha mengontrol kamu meski sudah jadi pasutri.

 

  1. Menghargai Komitmen

 

Anggapan bahwa bule tidak setia dan menyukai free sex adalah salah besar. Itu adalah stereotype yang didapat oleh orang Indonesia akibat kebanyakan nonton film-film asing. Pada kenyataannya, cowok bule sangat menghargai komitmen jika hatinya sudah merasa terikat dengan seorang wanita. Sebab itulah mereka sangat pikir panjang untuk menikah, dan jika telah menikah mereka tidak menyembunyikan statusnya. Sebenarnya sama saja dengan kehidupan masyarakat kita, berapa banyak yang sudah melakukan sex sebelum menikah atau tinggal bersama tanpa menikah? Banyak juga orang Indonesia yang menikah gara-gara hamil duluan. Bedanya, bule melakukan sex secara terbuka namun paham tentang bertanggung jawab, sedangkan masyarakat kita melakukan sex secara sembunyi-sembunyi (munafik) lalu lari dari tanggung jawab. Coba deh kamu ke luar negeri, banyak lho pemandangan kakek nenek masih bergandengan tangan. Mereka bisa menjaga komitmen sampai maut memisahkan.

 

  1. Lebih Jujur

Bule tidak akan mengatakan sesuatu yang hanya bertujuan untuk menyenangkan hati Kamu. Bule akan mengatakan apa yang mereka rasakan dalam hati atau pikiran mereka secara jujur. Mereka pun jelas apa maunya. Jika suka pada sesuatu bilang suka, jika tidak bilang tidak. Meski terkadang kejujuran mereka membuat kita kecewa, itu masih lebih baik daripada dibohongi.

 

  1. Kemungkinan Besar Punya Anak Cakep

Kalau ini sih ngarep ya! Karena biasanya anak hasil dari perkawinan ras Asia dan ras Caucasian (kulit putih) memiliki wajah dan kulit yang bagus. Di Indonesia wajah-wajah campuran memiliki keuntungan tersendiri, entah itu campuran Bule, India, Arab, Cina, Jepang, dan lain-lain. Kepandaian dan pendidikan memang menentukan kesuksesan seseorang, namun tak bisa dipungkiri bahwa orang berwajah cakep biasanya lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan jodoh.

 

 

Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah rasa nyaman. Mungkin kebetulan kamu mendapatkan rasa nyaman dari pria/wanita bule. Kebetulan ya, bukan berarti pria/wanita lokal tidak bisa memberi kenyamanan. Siapa pun pasangan kamiu, dia, dan mereka, itu adalah bagian dari campur tangan Tuhan. Jadi jangan senang mengurusi atau mengomentari hidup orang lain. Urus saja hidup kamu sendiri, sudah benar belum? *jelb lagi lagi.

Comments
Categories: News